Liputan6.com, Jakarta Hati Pasha Ungu hancur kala tiba di rumah duka keluarga Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas dilidas rantis Brimob di tengah demonstrasi terhadap para anggota DPR RI. Insiden memilukan ini terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Berbaju serbahitam, Pasha Ungu dan istrinya, Adelia Pasha bertakziah seraya menyampaikan pernyataan sikap untuk Affan Kurniawan driver ojol yang dibunuh di jalanan. Bahkan, pelantun “Demi Waktu” menangis seraya berjanji mengawal kasus ini sampai tuntas.
“Teman-teman yang sangat saya muliakan, sangat saya cintai, hari ini orang tua dari almarhum adik kita, kakak kita, anak kita. Hari ini begitu sabar begitu tabah, menerima ujian yang begitu luar biasa kehilangan keluarga yang sangat dicintai,” kata Pasha Ungu.
Merespons driver ojol dilindas rantis Brimob, Pasha Ungu mewakili keluarga Affan Kurniawan menyampaikan terima kasih atas perhatian masyarakat Indonesia seraya meluapkan dukacita mendalam.
Ketika Hati Pasha Tak Tenang
Melansir video pernyataan sikap yang diunggah kanal YouTube Intens Investigasi, Jumat (29/9/2025), Pasha Ungu ngaku tak bisa tenang kala demonstrasi diwarnai aksi tak berperikemanusiaan. Apa pun alasannya, tetap harus ada yang bertanggung jawab.
“Saudara-saudaraku para pejuang ojol, saya tadi begitu melihat berita ini tidak tenang hati saya. Apapun alasannya, apapun penyebabnya, tetap harus ada yang bertanggung jawab!” ucapnya disambut teriakan warga yang meminta kasus Affan Kurniawan dikawal.
Kawal Terus Pak!
“Kawal terus Pak!” teriak sejumlah warga. “Saya minta teman-teman tetap tenang, kita semua akan bekerja untuk itu,” Pasha Ungu merespons seraya memohon masyarakat untuk tidak berbuat melewati batas agar suasana tak makin keruh.
Beberapa jam sebelum tragedi Affan Kurniawan terjadi, rupanya Pasha Ungu menyerahkan sejumlah beasiswa untuk anak-anak mitra pengemudi ojek daring di salah satu kampus. Siapa sangka malam harinya, Affan Kurniawan meninggal dunia di atas aspal.
Pasha Minta Negara Benaran Hadir
Menyimak kabar Affan Kurniawan tewas dilindas rantis Brimob, Pasha Ungu mengaku sakit hati. Ia berharap, ini yang terakhir. Jangan ada Affan Kurniawan lain. Jangan ada lagi keluarga Indonesia yang kehilangan tulang punggungnya.
“Makanya begitu malam tadi saya mendengar informasi ini, ada keluarga besar kita ojol yang mendapat musibah saya perasaan saya begitu sakit. Tentu kita berharap tidak ada lagi korban, tidak ada lagi keluarga yang ditinggalkan,” ucapnya sambil menahan tangis.
Terakhir dan tak kalah penting, Pasha Ungu meminta negara benaran hadir. Bukan sekadar jargon. “Kita berharap Pemerintah segera hadir menuntaskan persoalan ini. Siapapun itu harus bertanggung jawab!” Pasha Ungu menggarisbawahi.