Inflasi Tembus 70 Persen hingga Sulitnya Cari Kerja Picu Gelombang Demo di Iran

1 week ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Demonstran mengibarkan bendera Iran saat mereka berkumpul di depan Kedutaan Besar Inggris di Teheran, Minggu (14/4/2024). Foto: ATTA KENARE / AFPDemonstran mengibarkan bendera Iran saat mereka berkumpul di depan Kedutaan Besar Inggris di Teheran, Minggu (14/4/2024). Foto: ATTA KENARE / AFP

Gelombang demonstrasi di Iran terus terjadi akibat lonjakan biaya hidup, tingginya laju inflasi, hingga sulitnya mencari pekerjaan. Mengutip Bloomberg, Minggu (11/1), gelombang demo pecah di Teheran dimulai pada akhir bulan lalu, setelah nilai tukar rial anjlok ke level terendah sepanjang sejarah.

Pelemahan mata uang itu langsung mendongkrak harga kebutuhan pokok dan memperparah krisis ekonomi yang telah lama membelit Iran akibat isolasi global dan sanksi internasional. Protes kemudian menyebar ke berbagai wilayah, memicu respons keras dari kepemimpinan agama dan militer yang mengancam akan menjatuhkan hukuman berat kepada pihak yang mereka sebut sebagai “perusuh.”

Bagi Republik Islam Iran, unjuk rasa massal bukanlah hal baru. Selama bertahun-tahun, pemerintahan teokratis di negara itu berulang kali menghadapi gelombang perlawanan publik. Pada 2022, demonstrasi besar dipimpin oleh perempuan sebagai respons atas perlakuan represif yang disorot setelah kematian tragis seorang perempuan muda.

Sementara pada 2009, protes besar meletus menyusul terpilihnya kembali Presiden Mahmoud Ahmadinejad, yang menjadi kerusuhan terparah sejak kejatuhan Shah Mohammad Reza Pahlavi pada 1979.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei bersama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kerap berhasil meredam perbedaan pendapat, sering kali dengan cara-cara represif dan kekerasan.

Namun, situasi kali ini dinilai memiliki perbedaan penting. Dina Esfandiary, kepala geoekonomi Timur Tengah Bloomberg Economics, bahkan memprediksi Republik Islam kemungkinan besar tidak akan bertahan dalam bentuknya saat ini, hingga akhir 2026. Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa perubahan hampir pasti terjadi, meski wujud akhirnya masih belum jelas.

Salah satu pembeda utama dibandingkan protes-protes sebelumnya adalah kondisi ekonomi Iran yang kian terpuruk setelah bertahun-tahun berada di bawah sanksi.

Mata Uang Iran Anjlok

Para pemilik toko dan pedagang turuk ke jalan dalam aksi demonstrasi, memprotes kondisi ekonomi Iran pada Senin (29/12/2025) Foto: Fars via AFPPara pemilik toko dan pedagang turuk ke jalan dalam aksi demonstrasi, memprotes kondisi ekonomi Iran pada Senin (29/12/2025) Foto: Fars via AFP

Nilai rial telah merosot sekitar 40 persen, yang mendorong inflasi pangan melonjak hingga 70 persen secara tahunan, menurut perkiraan Gavekal Research. Tekanan tersebut diperparah oleh kekeringan berkepanjangan serta buruknya pengelolaan sumber daya air yang menekan produksi pangan domestik.

Masalah ekonomi tak berhenti di situ. Pemadaman listrik yang berkepanjangan dan pasar tenaga kerja yang rapuh, dengan estimasi tingkat partisipasi angkatan kerja hanya sekitar 41 persen menciptakan lingkungan yang sangat berat bagi usaha kecil dan menengah. Banyak bisnis gulung tikar, sementara perusahaan-perusahaan yang memiliki afiliasi dengan IRGC disebut berusaha mengambil alih ruang yang ditinggalkan, menurut Esfandiary.

Seiring semakin banyak warga Iran jatuh ke jurang kemiskinan, rasa frustrasi dan kebencian tumbuh terhadap kelompok yang memiliki koneksi politik sehingga tetap terlindungi. Dalam beberapa hari terakhir, terlihat bahwa sebagian besar penduduk mulai bersatu menyuarakan tuntutan perubahan politik, tulis Tom Holland, wakil direktur riset global Gavekal, dalam catatan terbarunya.

Bahkan Grand Bazaar Teheran, yang selama ini dikenal sebagai simbol basis konservatif pendukung pemerintah, dilaporkan melakukan mogok hampir dua pekan.

Perbedaan penting lainnya adalah melemahnya posisi geopolitik Iran. Tahun lalu, Presiden Suriah Bashar al Assad digulingkan, mengakhiri aliansi strategis yang selama ini menjadi pilar pengaruh Teheran di kawasan. Iran juga menyaksikan sekutu-sekutunya, Hizbullah dan Hamas, terus dilemahkan oleh serangan di Lebanon dan Gaza.

Ketegangan dengan Israel yang berlangsung secara berkala selama dua tahun terakhir mencapai puncaknya ketika Amerika Serikat melancarkan serangan mendadak terhadap fasilitas nuklir utama Iran pada Juni lalu. Presiden Donald Trump bahkan terus melontarkan ancaman tindakan lanjutan, termasuk dukungan terhadap demonstran. Terlepas dari apakah ancaman tersebut dianggap serius atau tidak, Esfandiary menilai pemerintah Iran kini menghadapi risiko konflik yang nyata.

Lalu, seperti apa kemungkinan transisi Iran jika perubahan benar-benar terjadi? Esfandiary mengemukakan empat skenario potensial: runtuhnya pemerintahan secara total, reformasi terbatas untuk meredam keresahan publik, pergantian pemimpin dengan sistem tetap bertahan, atau kudeta yang dipimpin IRGC.

Faktor lain yang tak kalah menentukan adalah usia Khamenei yang kini 86 tahun. Potensi wafatnya sang pemimpin tertinggi dapat membuka babak suksesi kedua sejak berakhirnya era Shah.

“Perbedaannya kali ini dibandingkan dengan sebelumnya adalah IRGC jauh lebih dominan,” kata Esfandiary.

“Tidak ada skenario di mana pemimpin tertinggi berikutnya tidak bekerja sama erat dengan IRGC,” imbuhnya.

Situasi ini mungkin belum memberi banyak harapan bagi pendukung demokrasi di Iran. Namun, perubahan yang terjadi, apa pun bentuknya berpotensi membuka ruang pendekatan baru dengan Washington, yang akan menandai bab penting dalam sejarah panjang dan kompleks hubungan Amerika Serikat dan Iran.

Read Entire Article